Translate

Kamis, 25 Februari 2016

LAMARAN DUA LAKI-LAKI INI BOLEH DITOLAK

ilustrasi @wartacinta
Pernikahan hendaknya diletakkan sebagaimana petunjuk dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam. Jangan digampangkan. Jangan pula dipersulit. Lakukan ibadah ini sebagaimana pernah diajarkan dan dianjurkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam. Pun jika harus menolak, tolaklah lamaran seorang laki-laki sebagaimana Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam pernah mengajarkannya.
Di antaranya dalam riwayat berikut ini, dua orang laki-laki ditolak lamarannya oleh Rasulullah.
Abu ‘Amr bin Hafsh mengisahkan tentang Fathimah binti Qais. Janda. Setelah selesai masa tunggunya, dia mendatangai Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam untuk meminta pertimbangan. Sang janda mulia ini dilamar oleh dua laki-laki.
Dua orang yang melamar Fathimah bin Qais adalah Mu’awiyah bin Abu Sufyan dan Abu Jahm. Terhadap dua orang laki-laki ini, Nabi Shallallahu ‘Alaihi  Wa sallam menolaknya.
“Abu Jahm,” terang Rasulullah menjelaskan, “merupakan orang yang tidak pernah meletakkan tongkat dari pundaknya. Sedangkan Mua’wiyah seorang yang miskin. Tidak berharta.”
Ungkapan yang disampaikan terkait Abu Jahm merupakan karakter yang keras, kejam, dan sering bepergian, merantau. Sedangkan Mu’awiyah, meski kelak menjadi pemipin pengganti Ali bin Abu Thalib merupakan orang miskin.
Apakah ini bisa dijadikan dalil bagi sebagian kita yang menolak lamaran laki-laki hanya karena kemiskinanya? Tidak! Sebab dalam kelanjutan riwayat ini, Rasulullah mengatakan, “Oleh karena itu, menikahlah dengan Usamah bin Zaid.”
Rasulullah memiliki opsi ketiga yang lebih baik dan lebih cocok perangainya dengan Fathimah binti Qais. Perangai ini sangat penting, sebagaimana pernah dilakukan oleh Nabi saat menolak lamaran Abu Bakar ash-Shiddiq dan Umar bin Khaththab, tapi meminta Ali bin Abi Thalib untuk menjadi suami bagi anaknya, Fathimah binti Muhammad.
Kecocokan karakter ini penting. Ianya bisa menjadi salah satu sebab bahagia dan berkahnya sebuah rumah tangga, tentunya dalam balutan iman dan taqwa kepada Allah Ta’ala.
Selanjutnya, Fathimah binti Qais menyampaikan keberatan. Dia tidak mencintai Usamah bin Zaid. “Akan tetapi, aku tidak suka kepadanya.” ujar Fathimah.
Namun, Nabi mempertegas perintahnya, “Menikahlah dengan Usamah bin Zaid!”
Mendengar perintah tersebut, Fathimah binti Qais pun taat. Keduanya menikah dalam naungan berkah.
“Setelah menikah dengannya,” ungkap Fathimah binti Qais sebagaimana disebutkan dalam riwayat Imam an-Nasa’i ini, “Allah ‘Azza wa Jalla memberikan kebaikan kepadaku dengan dirinya, sehingga aku dicemburui oleh wanita-wanita lain.”
Kepada para wali dan Muslimah, teliti dan hati-hatilah. Jangan asal menerima, apalagi langsung menolak tanpa dasar yang dikuatkan oleh syariat Islam.
Wallahu a’lam. [Pirman/Keluargacinta]

Jumat, 29 Januari 2016

Cara Cepat dan Mudah Download Subtitle Dari YouTube

Nonton video di YouTube memang menyenangkan ya. Tapi gimana jadinya kalo kamu nggak ngerti dengan bahasa dari video yang kamu tonton, padahal tampaknya seru banget? Ya tinggal munculkan subtitle aja dengan menekan tombol Settings bergambar roda gerigi di sudut kanan bawah video, kemudian pilihSubtitles/CC, lalu pilih bahasa yang kamu mau.
Subtitle Youtube
Tapi apabila video tersebut telah kamu download, tentu saja file subtitle-nya tidak ikut ter-download ke HardDisk. Lalu bagaimana cara mengunduh file subtitle-nya (SRT) juga ya? Mari kami kasih tau cara mudahnya untuk kamu.

Cara 1

  • Cara paling mudah untuk download subtitle dari video YouTube adalah dengan mengganti URL dari video yang sedang kamu tonton. Ketika kamu sedang menyaksikan video yang sedang berjalan, ubah URL di atasnya dengan menambahkan huruf “SS” sebelum kata “youtube”.
cara
  • Apabila sudah, kamu hanya perlu mengklik tombol di sebelah tombol download untuk memunculkan menudropdown. Tekan tombol Subtitles.
subtitle
  • Pilih subtitle yang kamu download. Sesaat kemudian subtitle yang ingin kamu simpan akan terunduh secara otomatis.




Cara 2

  • Cara ini mengandalkan fitur dari website amara.org, sebuah situs yang berdedikasi untuk menyediakaneditor subtitle yang mumpuni. Kunjungi Amara melalui link berikut ini.
  • Di sana kamu hanya perlu search video yang ingin di-download subtitle-nya. Jika sudah, pilihlah video tersebut.
  • Pilih subtitle yang ingin kamu gunakan.
  • Di halaman berikutnya, kamu dapat memilih format subtitle apa yang ingin kamu download.

SUMBER

Cara 3

1. Download terlebih dahulu videonya, kemudian buka link video youtube yang di download tadi, pastikan CC on,
2. Paste url video yang sudah dicopy ke http://mo.dbxdb.com/
3. Akan keluar pilihan dan simpan di tempat yang sama dengan video, extract folder zip tsb dan selamat menonton ^^
Semoga Bermanfaat
W^ss^lM

Kamis, 21 Januari 2016

Tjoet Nja' Dhien (1989)


Sinopsis

Film ini menceritakan tentang perjuangan gigih seorang wanita asal Aceh (lihat Tjoet Nja' Dhien ) dan teman-teman seperjuangannya melawan tentara Kerajaan Belanda yang menduduki Aceh di kala masa penjajahan Belanda di zaman Hindia Belanda. Perang antara rakyat Aceh dan tentara Kerajaan Belanda ini menjadi perang terpanjang dalam sejarah kolonial Hindia Belanda. Film ini tidak hanya menceritakan dilema-dilema yang dialami Tjoet Nja' Dhien sebagai seorang pemimpin, namun juga yang dialami oleh pihak tentara Kerajaan Belanda kala itu, dan bagaimana Tjoet Nja' Dhien yang terlalu bersikeras pada pendiriannya untuk berperang, akhirnya dikhianati oleh salah satu orang kepercayaannya dan teman setianya, Pang Laot yang merasa iba pada kondisi kesehatan Tjoet Nja' Dhien yang menderita rabun dan encok, ditambah penderitaan berkepanjangan yang dialami para pejuang Aceh dan keluarga mereka.

Pemeran


SANG PENCERAH (2010)


Sinopsis

Sepulang dari Mekah, Darwis muda (Muhammad Ihsan Tarore) mengubah namanya menjadi Ahmad Dahlan. Seorang pemuda usia 21 tahun yang gelisah atas pelaksanaan syariat Islam yang melenceng ke arah sesat, Syirik dan Bid'ah.
Dengan sebuah kompas, dia menunjukkan arah kiblat di Masjid Besar Kauman yang selama ini diyakini ke barat ternyata bukan menghadap ke Ka'bah di Mekah, melainkan ke Afrika. Usul itu kontan membuat para kiai, termasuk penghulu Masjid Agung Kauman, Kyai Penghulu Cholil Kamaludiningrat (Slamet Rahardjo), meradang. Ahmad Dahlan, anak muda yang lima tahun menimba ilmu di Kota Mekah, dianggap membangkang aturan yang sudah berjalan selama berabad-abad lampau.
Walaupun usul perubahan arah kiblat ini ditolak, melalui suraunya Ahmad Dahlan (Lukman Sardi) mengawali pergerakan dengan mengubah arah kiblat yang salah. Ahmad Dahlan dianggap mengajarkan aliran sesat, menghasut dan merusak kewibawaanKeraton dan Masjid Besar.
Bukan sekali ini Ahmad Dahlan membuat para kyai naik darah. Dalam khotbah pertamanya sebagai khatib, dia menyindir kebiasaan penduduk di kampungnya, Kampung Kauman, Yogyakarta. "Dalam berdoa itu cuma ikhlas dan sabar yang dibutuhkan, tak perlu kiai, ketip, apalagi sesajen," katanya. Walhasil, Dahlan dimusuhi.
Langgar kidul di samping rumahnya, tempat dia salat berjemaah dan mengajar mengaji, bahkan sempat hancur diamuk massa lantaran dianggap menyebarkan aliran sesat[3].
Dahlan, yang piawai bermain biola, dianggap kontroversial. Ahmad Dahlan juga di tuduh sebagai kyai Kafir karena membuka sekolah yang menempatkan muridnya duduk di kursi seperti sekolah modern Belanda, serta mengajar agama Islam di Kweekschool atau sekolah para bangsawan di Jetis, Yogyakarta.
Ahmad Dahlan juga dituduh sebagai kyai Kejawen hanya karena dekat dengan lingkungan cendekiawan priyayi Jawa di Budi Utomo. Tapi tuduhan tersebut tidak membuat pemuda Kauman itu surut. Dengan ditemani isteri tercinta, Siti Walidah (Zaskia Adya Mecca) dan lima murid murid setianya : Sudja (Giring Ganesha), Sangidu (Ricky Perdana), Fahrudin (Mario Irwinsyah), Hisyam (Dennis Adhiswara) dan Dirjo (Abdurrahman Arif), Ahmad Dahlan membentuk organisasi Muhammadiyah dengan tujuan mendidik umat Islam agar berpikiran maju sesuai dengan perkembangan zaman.[4]

Pemeran


DOWNLOAD